Thursday , July 7 2022
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni

 Topglobal1.com, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) biasanyanya dilakukan pada setiap tanggal 5 Juni.  

Peringantan tersebut dilakukan untuk memperingati momentum refleksi di seluruh dunia tentang pentingnya kita sebagai manusia yang cerdas untuk mengambil peran dalam aksi yang inovatif dan kolektif.

Adanya usulan untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia pada tanggal 5 Juni disampaikan oleh Jepang dan Senegal pada konferensi yang pada saat itu menghasilkan Beberapa kesepakatan yang terkait pada kondisi lingkungan ketika itu.

Kemudian pada tanggal 5 Juni 1974 hari lingkungan hidup sedunia pertama kali dirayakan dengan tema perdana yaitu diusungkan oleh “only one Earth”.

Kami mengutip laman resmi UNEP, Pakistan yang menjadi negara tuan rumah pelaksanaan Hari Ulang Tahun Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 2021, 

Pada tahun kemarin, 2021 diusungkan sebagai” restorasi ekosistem” yang berfokus kepada pengaturan ulang antara hubungan manusia dengan alam. 

Pada peringatan dan Hari Ulang Tahun Lingkungan Hidup Seduinia ditandai sebagai peluncuran resmi atas restorasi ekosistem PBB 2021 sampai 2023 dekade.

Yang mana PBB memasukkan sebagai rencana memulihkan ekosistem yang terakreditasi dari hancurnya ekosistem. 

Adapun rencana tesebut berisikan program-program untuk mengembalikan dan menghidupkan penyerapan karbon alami seperti adanya hutan dan lahan gambut yang alami nan sehat.

Baca Juga :  Sejarah Hari Kejaksaan

Sebagai bentuk untuk membantu menutup kesenjangan emisi iklim hingga 25% pada tahun 2030 yang akan mendatang. 

Sejarah Singkat Lahirnya Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa tanggal 5 Juni adalah merupakan hari yang diperingati sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang biasanya dilaksanakan di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. 

Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1972.  Pada saat itu masalah lingkungan hidup menjadi perhatian yang sangat serius oleh negara-negara penting di dunia.

Di saat yang bersamaan juga banyak kabut asap yang menyelimuti Eropa. 

Pada saat itu asap hasil dari pembakaran hutan berdampak pada kesehatan pernafasan manusia yang mana pada saat itu kebakaran sendiri terjadi karena adanya perubahan iklim yang terjadi itu dan juga adanya faktor kesengajaan oleh manusia pada saat itu sebagaimana dari upaya pembukaan lahan dan perkebunan. 

Di daerah lain seperti di Jepang juga sedang mewabah pemyakit  menular yang dikenal dengan Minamata. 

Adanya perubahan iklim dan berbagai penyakit tersebut disebabkan adanya pembangunan yang kerap terjadi pada tahun 1960-an. Hal tersebut berakibat kepada penebangan dan pembakaran hutan secara liar dan terjadi di mana-mana.

Baca Juga :  Sejarah Hari Penjaga Perdamaian PBB (International Day of UN Peacekeepers)

Selain itu, kondisi diperparah dengan tersebar limbah industri yang tidak dikelola dengan baik dan sebagaimana mestinya. Sehinggga mengakibatkan tidak terurusnya  keadaan lingkungan.

Alhasil keadaan bumi pada saat itu berada pada level ekosistem bumi dengan kerusakan parah yang sangat fatal. 

Kemudian adanya upaya-upaya dari negara-negara di seluruh dunia yang pada saat itu mencapai puncaknya yaitu pada tanggal 5 Juni 1972,  yang mana pada saat itu PBB mengadakan konferensi tentang lingkungan manusia yang berlangsung di Stockholm, Swedia. 

Dan pada saat itulah ditetapkannya pada tanggal 5 Juni sebagai hari lingkungan hidup sedunia. 

Dengan adanya deklarasi Stockholm, pada saat itu di mana dalam deklarasi tersebut berisi prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam mengelola lingkungan hidup di masa depan.

Dengan tujuan tentunya menerapkan beberapa hukum lingkungan internasional, dan rencana aksi yang mencakup pada perencanaan dalam pemukiman, pengelolaan sumber daya alam,  pengendalian pencemaran lingkungan, pendidikan, serta informasi mengenai lingkungan hidup. 

Padahal konferensi lingkungan hidup manusia tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran kita terhadap alam. Supaya sebagai  manusia global yang memiliki kebutuhan, dapat mengambil tindakan bijak terhadap lingkungan kita yang positif.

Dan peringatan hari lingkungan hidup sedunia juga merupakan bagian dari instrumen yang paling penting dari Perserikatan Bangsa-bangsa.

Baca Juga :  Sejarah Hari Bidan Nasional (24 Juni)

Kemudian pada saat itu salah satu yang menjadi pemicu masalah lingkungan yang merebak kala itu adalah wabah penyakit sindrom yang merusak fungsi saraf atau yang kita sebut di atas itu minamata yang menyerang negara Jepang. 

Oleh karena itu, marilah bersama-sama menjaga bumi kita, sehingga menjadi lingkungan hidup yang sehat dan indah.

Saat itu terjadinya banyak kebakaran hutan di berbagai negara Eropa dan Asia yang pada saat itu memberikan dampak yang sangat buruk terhadap kesehatan. 

Selain faktor utama di atas, faktor iklim juga mempengaruhi terhadap pemanasan global yang terjadi pada saat itu. Sehingga iklim panas terus menyelubungi bumi yang berdampak pada mudahnya hutan mengalami kebakaran.

Sehingga pada tahun 1972 atas inisiasi persyarakatan bangsa-bangsa dimulailah sikap untuk menciptakan peran bersama masyarakat global untuk kembali meningkatkan bagaimana pentingnya menjaga lingkungan alam. 

Dimulai untuk melaksanakan konferensi terkait lingkungan hidup yang pertama kali digelar di Stockholm Swedia. 

Mari kita jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebagai momentum untuk menjadi agen perubahan. Memulai dari diri sendiri untuk lebih bijak dalam melakukan kegiatan konsumsi dan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. 

#HappyWorldEnvironmentDay

Baca Juga: Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.