Monday , September 20 2021
Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Topglobal1.com, Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945- Setiap tanggal 17 Agustus, kita sebagai masyarakat Indonesia akan memperingati hari proklamasi. Tanggal 17 Agustus adalah sebuah titik balik dari sejarah kemerdekaan Indonesia yang cukup panjnag. Setelah lama dijajah oleh bangsa lain mulai dari Portugis, Belanda, hingga Jepang. Banyak peristiwa penting yang dilewati sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia akhirnya dikumandangkan.

Berikut ini serangkaain peristiwa Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Jepang Kalah dari Sekutu

Download: Twibbon HUT RI Ke-76 2021, Download Di Sini Gratis

Awal mulanya kenapa pembacaan teks proklamasi dapat dilakukan yaitu karena adanya penyerahan Jepang kepada Sekutu. Ketika itu sebelum Jepang tahun 1944 mengumumkan bahwa Hindia Timur yakni Indonesia, diperbolehkan merdeka di kemudian hari.

Pengumuman ini dapat terjadi karena tentara Jepang semakin terdesak, dan bahkan Kepulauan Saipan juga berhasil direbut oleh Jepang.

Kemudian karena peristiwa tersebut akhirnya dibentuklah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Tujuan dari pembentukan dua badan ini adalah untuk menarik simpati rakyat Indonseia agar mau membantu Jepang melawan Sekutu.

Download: Poster HUT RI Ke-76 2021

Namun ketika perang Pasifik. Sekutu menjatuhkan bom di Hirosima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan disusul lagi pemboman di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut membuat sekitar 14.000 penduduk Jepang menjadi korban dan akhirnya Jepang mengaku kalah dari Sekutu.

Baca Juga :  Begini Cara Download Sertifikat Vaksinasi Covid 19, Cek Di sini!

Buntut dari peristiwa tersebut membuat jepang berjanji memberikan kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945 untuk Indonesia

Pro Kontra Proklamasi pada Peristiwa Rengasdengklok

Menjelang pembacaan proklamasi kemerdekaan, tidak semulus yang kita bayangkan. Terdapat pro kontra yang terjadi terkait pembacaan proklamasi tersebut. Pro kontra terjadi antara golongan muda dan golongan tua.

Ketika itu golongan tua merupakan anggota PPKI seperti Soekarno dan Hatta. Dan Golongan muda dari anggota PETA dan para mahasiswa. Pro kontra terjadi karena golongan muda menganggap golongan tua terlau konservatif, sebab golongan tua menginginkan pembacaan proklamasi harus melalui PPKI dan sesuai dengan prosedur yang dijanjikan Jepang yakni 24 Agustus 1945. Namun golongan muda menolak jila proklamasi dilaksanakan melalui PPKI.

Baca Juga: Makna Tema HUT RI Ke-76:“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”

Golongan muda menggap bahwa PPKI adalah badan buatan Jepang, dan mereka menginginkan kemerdekaan dari kekuatan sendiri.

Sutan Syahrir yang tergabung dalam golongan muda merupakan tokoh pertama yang mendesak Soekarno Hatta untuk segera melakukan proklamasi.

Kemudian diadakan rapat resmi yang dilangsungkan di Pegangsaan Timur Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1945. Rapat tersebut dihadiri oleh Djohar Nur, Subianto, Armansyah, Chairul Saleh, Kusnandar, Wikana, Margono, dan Subadio.

Baca Juga :  Twibbon HUT RI Ke-76 2021, Download Di Sini Gratis

Download: Logo HUT RI Ke-76

Hasil rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh memutuskan agar kemerdekaan Indonesia tidak harus menggantungkan pada pihak lain dan merupakan hak rakyat.

Meski keputusan rapat telah siampaikan kepada Soekarno-Hatta, mereka tetap bersikeras agar proklamasi dilangsungkan melalui PPKI.

Alhasil karena penolakan tersebut membuat golongan muda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, salah satu daerah di Kabupaten Karawang.

Upaya membawa Soekarno-Hatta ke luar Jakarta agar menjauhkan meraka dari pengaruh Jepang. Pengaman Soekarno-Hata ke Rengasengklok di bantu oleh perlengkapan tentara PETA.

Download: Ucapan Peringatan  HUT RI Ke-76

Rengasdengklok dipilih karena letaknya strategis dan terpencil, sehingga tentara PETA dapat mengawasi setiap langkah tentara Jepang.

Perumusan Serta Pengesahan Teks Proklamasi

Peristiwa Rengasdengklok terjadi berhasil membuat jalan pikiran Soekarno-Hatta berubah. Sehingga pada akhirnya menyetujui agar proklamasi kemerdekaan segera dibacakan. Setelah kembali ke Jakarta, mereka menuju kediaman Laksamana Maeda untuk melakukan perumusan teks proklamasi.

Pertemuan di kediaman Laksaman Maeda dihadiri oleh Soekarno, Mbah Diro, BM. Diah dari golongan pemuda. Pada akhirnya rumusan teks proklamasi langsung ditulis tangan oleh Soekarno. Naskah tulisan tangan tersebut mengalami tiga kali perubahan setelah diketik oleh Sayuti Melik.

Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan

Kegiatan penting berikutnya adalah pembacaan teks proklamasi yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945. Awal mulanya pembacaan teks proklamasi dianggap akan dibacakan dilapangan Ikada sehingga tentara Jepang melakukan blokade lapangan Ikada terlebih dahulu. Kemudian Pemimpin barisan pelopor Sudiro yang hadir di lapangan Ikada saat itu menyampaikan situasi yang terjadi kepada Muwardi yaitu kepala keaman Soekarno.

Baca Juga :  Makna Tema HUT RI Ke-76:“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”

Download: Frame HUT RI 2021

Setelah dirumuskan dan disahkan, pembacaan proklamasi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945. Mulanya rakyat dan para tentara Jepang mengira bahwa pembacaan teks tersebut akan dilakukan di lapangan Ikada.

Namun saat itu juga akhirnya diketahui bahwa pembacaan proklamasi ternyata diikrakan di kediaman Soekarno di jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Halam rumah Soekarno saat itu dipenuhi massa menjelang detik-detik proklamasi. Ibu Fatmawati (istri Soekarno) ikut berpartisipasi membuat bendera dengan tangannya sendiri.

Download: Twibbon HUT RI Ke-76 Terkeren

Setelah semua persiapan lengkap, akhirnya teks proklamasi dibacakan oleh Soekarno dan pada saat itulah menjadi sejarah kemerdekaan Indonesia.

Upaya indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan tidaklah memakan waktu yang singkat. Penduduk tanah air telah merasakan penjajahan yang kejam terlebih dahulu dalam jangka waktu yang lama.

Setelah proklamasi dikumandangkan, ternyata masih banayk perjuangan yang harus ditempuh seperti pembuatan naskah UUD 1945 dan lainnya. Perjuangan terus berlanjut hingga sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *